• 1

    Dec

    Transmisi Spiritual

    Seperti lilin yang terus menerus menyalakan lilin-lilin yang lain, melalui pikiran, ucapan dan tindakan para pembawa cahaya juga terus menerus berusaha menyalakan lilin banyak orang. Sedihnya, sangat-sangat sedikit ada manusia di zaman ini yang punya lilin di dalam dirinya (baca: punya minat untuk belajar spiritual). Kalau pun ada manusia yang membawa lilin, ia sulit sekali untuk dinyalakan. Terutama karena faktor ketidaktahuan dan ketidakpercayaan. Kendati demikian keadaannya, para pembawa cahaya tidak gampang menyerah. Itu sebabnya, di semua zaman lahir pembawa cahaya. Dan sangat sedikit diantara mereka yang diperbolehkan mem...
    Read More
  • 25

    Nov

    Berjumpa Guru Sejati

    “Apa dan siapa itu Guru sejati?”, demikian pertanyaan yang kerap diungkapkan oleh banyak pencari. Tidak mudah menjawabnya. Sederhananya, bagi orang biasa yang belum tercerahkan, Guru sejati ada di luar. Bagi pencari yang baru tercerahkan, Guru sejati ada di dalam. Namun bagi ia yang sudah mengalami pencerahan sempurna, Guru sejati itu melampaui luar dan dalam. Di Barat yang bahasanya lugas, ada yang mendefinisikan Guru sejati sebagai the unobscured suchness. Artinya, kepolosan yang memancar secara terang benderang. Guru sejati dalam kerangka berfikir ini jauh dari penghakiman. Pikirannya selalu polos memandang semu...
    Read More
  • 18

    Nov

    Benih-Benih Cahaya

    Di zaman ini, Guru simbolik yang sangat menghaluskan jiwa adalah anak-anak di rumah. Terutama karena anak-anak tidak memberikan pilihan lain selain merawat mereka. Jika tidak cocok dengan pasangan hidup, seseorang bisa cerai. Jika tidak cocok dengan atasan, yang bersangkutan bisa pindah tempat kerja. Tapi kalau tidak cocok dengan anak, Anda mau lari ke mana? Dan panggilan hidup merawat anak-anak bisa diolah menjadi perjalanan spiritual mendalam, kalau seseorang tidak memandang anak-anak sebagai beban kehidupan. Cara pandang yang disarankan adalah memandang anak-anak seperti nelayan memandang lautan, seperti petani memandang s...
    Read More
  • 11

    Nov

    Kecil Itu Indah

    Suatu hari YA Mogalana (salah satu murid dekat GA Buddha) menggunakan kekuatan siddhi-nya untuk berjalan-jalan di neraka. Betapa terkejutnya beliau, ternyata di neraka ada sejumlah Guru spiritual. Sebagian diantara mereka bahkan titip pesan ke murid-muridnya di bumi agar tidak melanjutkan ajaran yang pernah diajarkan. Terutama karena semakin keras muridnya melaksanakan apa yang pernah diajarkan, semakin menderita ia di neraka. Di zaman tatkala ada Buddha dan Avatara saja, ada sejumlah Guru spiritual yang mengalami kejatuhan spiritual dengan cara terlahir di alam neraka. Tidak kebayang, apa yang terjadi di waktu lain dan di tem...
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post