Posted by: gedeprama | 27 January 2012

Parama Shanti Sehari-hari

Kebakaran di mana-mana. Tidak saja hutan  terbakar, hati manusia juga terbakar. Amerika Serikat lama dikenal sebagai tauladan peradaban, belakangan amat terbakar, bahkan ada yang nyaris membakar sebuah buku suci. Indonesia sudah lama berbenah, namun  kekerasan menakutkan seperti di Tarakan terjadi. Bali sudah lama disebut Morning of the world (mentari pagi yang menerangi dunia), belakangan diberi sebutan The island of love (pulau dengan aroma cinta yang menawan), namun cerita-cerita bunuh diri mulai menyentuh hati. Tidak saja karena kuantitas dan kualitas bunuh diri menaik, media massa malah ikut membakarnya dengan menempatkannya sebagai berita di halaman pertama bagian atas. Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan, bunuh diri itu seperti penyakit menular. Dan melalui pemberitaan yang deras, penularannya semakin kencang. Read More…

Posted by: gedeprama | 13 January 2012

Meditasi: Kesembuhan, Kedamaian, Keheningan

Puluhan tahun lalu, ketika seorang guru mengatakan rugi hidup jadi manusia tanpa berlatih meditasi, ada keraguan di dalam sini. Namun, setelah pelan perlahan berlatih meditasi, ternyata saran guru tadi benar. Kesehatan, kedamaian, kebahagiaan, keheningan bahkan kebebasan bisa menjadi buah meditasi. Read More…

Posted by: gedeprama | 6 January 2012

Guru Yoga, Guru Puja

Kesedihan datang dari segala penjuru. Bali yang lama menjadi tujuan terakhir dunia dalam mencari kedamaian, belakangan dihajar bom teroris dua kali. Rumah sakit jiwa penuh di mana-mana. Angka bunuh diri dan perceraian menaik terus. Perang, teror, konflik tidak menunjukkan tanda-tanda menurun. Read More…

Posted by: gedeprama | 30 December 2011

Inilah Parama Shanti

Perhatikan kebiasaan nyaris semua manusia dalam hal tidur. Hampir semua manusia hanya bisa tidur di ruang gelap. Ini juga terjadi dalam dunia keseharian. Sebagian besar manusia menyukai kegelapan, serta mengira kegelapan itulah kehidupan. Tidak puas sama istri kemudian selingkuh. Bosan lari ke narkoba. Kekurangan uang lalu korupsi. Tidak saja kehidupan duniawi penuh kegelapan, kehidupan spiritual serupa. Ada yang suka menjelekkan, ada yang berburu tempat sakral,  ada yang lapar paranormal. Ujungnya mudah ditebak, kehidupan berputar dari satu ketidakpuasan (baca: kegelapan) ke ketidakpuasan yang lain. Keadaannya mirip dengan muka jerawat tapi minta disembuhkan oleh tukang las, patah tulang namun mohon disambungkan oleh tukang kayu. Sehingga keseharian kehidupan menjadi semakin jauh dari Parama Shanti (damai yang maha utama). Read More…

Posted by: gedeprama | 24 December 2011

Matahari Dari Bali

Kekacauan kosmik  di mana-mana. Barat yang lama menjadi idola dunia dalam keteraturan, kesantunan, keberadaban, sekarang berdarah-darah. Perdana menteri (PM) Italia Silvio Beluschoni dilempar patung hingga berdarah mukanya.  Kasus pemimpin dilempar sepatu tidak saja dialami oleh mantan presiden Amerika Serikat George Walker Bush, rabu 23-2-2010 PM Turki Recep Tayyip Erdogan juga dilempar sepatu. Read More…

Posted by: gedeprama | 17 December 2011

Perbaiki Borobudur Dalam Diri

Ketegangan kosmik di mana-mana, Thailand dulunya disebut tanah penuh senyuman, sekarang berubah menjadi tanah penuh perkelahian. Nusantara yang penuh berkah alam menyimpan banyak kesedihan. Dalam berbagai kasus hukum, kepintaran digunakan untuk membenarkan kelicikan. Dalam cerita mengenaskan tentang pendidikan,  pendidikan tidak semakin dekat dari jangkauan masyarakat. Dalam cerita orang miskin yang ditimpa penyakit, mahalnya biaya berobat tidak saja membuat mereka batal berobat, ada yang bahkan terpaksa bunuh diri karena tidak kuat menahan rasa sakit. Mungkin ini sebabnya kenapa Lash & Urry (1987) memberi judul karyanya The End of Organized Capitalism. Kapitalisme mulai kehilangan kemampuannya dalam membuat masyarakt menjadi teratur. Read More…

Posted by: gedeprama | 11 December 2011

Buahnya Parama Shanti

Ada sebuah keberuntungan yang dialami Tibet yang tidak dialami Bali. Guru-guru Tibet bila didengarkan ajarannya secara langsung, tentu saja indah menawan ajarannya. Terutama bagi murid yang terlahir dengan aroma Tantra. Tapi begitu ajaran lisan ini dirubah menjadi pesan-pesan tulisan oleh sejumlah sahabat editor dari Barat, ajaran-ajaran Tantra dari Tibet menjadi jauh lebih indah lagi. Read More…

Posted by: gedeprama | 2 December 2011

Bunga Kamboja

Di Bali, bunga Kamboja adalah bunga favorit untuk persembahan. Indah, sejuk, lembut rasanya di dalam sini bagi kebanyakan orang Bali bila melihat dan menggenggam bunga Kamboja. Namun di Jawa umumnya, bunga Kamboja ditanam di kuburan. Terbalik dengan apa yang terjadi di Bali. Karena di kuburan, maka kesannya seram dan menakutkan. Hanya belakangan ketika banyak pelancong yang mengagumi Bali, banyak rumah dan hotel di Jakarta ikut menanam bunga Kamboja. Read More…

Posted by: gedeprama | 26 November 2011

Keberuntungan Sejati

Di tahun 1920-an, peneliti Belanda datang ke Bali dan menemukan bahwa dalam kamus hidup orang Bali ketika itu tidak dikenal istilah kesenian sebagai pertunjukan komersial. Semua gerak kehidupan (bertani, mengukir, menari) dilakukan sebagai serangkaian persembahan. Makanya salah satu arti Bali adalah persembahan. Read More…

Posted by: gedeprama | 18 November 2011

Persembahan Parama Shanti

Keruntuhan kehidupan di mana-mana. Tidak saja kehidupan pribadi banyak mengalami keruntuhan melalui depresi, masuk rumah sakit jiwa, bunuh diri,  kehidupan keluarga juga mengalami keruntuhan melalui perceraian dan perselingkuhan. Kehidupan spiritual pun serupa. Tidak saja dalam mengejar kekayaan dan jabatan manusia berkelahi, dalam melakukan persembahyangan pun banyak manusia berkelahi. Tidak saja mencari guru spiritual yang asli sulitnya minta ampun, mencari murid yang penuh bakti pun sulit sekali. Read More…

Older Posts »

Categories