• 26

    May

    Guru Yang Menyamar

    Seorang sahabat yang sudah membaca ribuan judul buku, telah belajar ke manca negara, berjumpa sejumlah tokoh kaliber dunia bercerita, ada saatnya jiwa itu jenuh sekali dengan kegiatan belajar ke luar seperti membaca, mendengarkan ceramah, belajar dari pengalaman orang lain. Pada saat yang sama muncul kerinduan mendalam untuk belajar ke dalam. Persisnya, berguru pada Cahaya yang bersemayam di dalam. Meminjam salah satu pesan indah Upanishad: “belajar apa-apa yang tidak bisa diajarkan”. Sejenis cara belajar yang tidak kebayang bagi orang kebanyakan. Ia lebih sulit lagi dimengerti oleh orang-orang yang sedikit-sedikit lari dari kesu...
    Read More
  • 25

    May

    Jejak-jejak makna (2)

    Sejak zamannya Newton khususnya, apa yang disebut manusia sebagai realita dibatasi hanya pada hal-hal yang bisa dilihat dan dipegang. Tapi begitu muncul mekanika kuantum dan Albert Einstein, realita juga mencakup hal-hal yang tidak bisa dilihat dan tidak bisa dipegang. Salah satunya bernama energi. Dari sinilah muncul pencarian manusia yang jauh lebih dalam dari sekadar apa yang bisa dilihat mata biasa. Salah satu pilihan yang tersedia dalam hal ini adala mitologi. Mitos-mitos yang sangat tua. Ia berumur jauh lebih tua dari agama-agama. Kendati di kalangan sebagian ilmuwan kata mitos sering diidentikkan dengan tahayul, atau sesuatu yang cenderu...
    Read More
  • 25

    May

    Jejak-jejak makna (1)

    Seperti menemukan keseimbangan menaiki sepeda, tidak semua pencapaian bisa diceritakan. Sebagian pencapaian spiritual juga serupa. Ia bersifat implisit dan sulit diceritakan. Kalau pun diceritakan, mudah mengundang salah mengerti orang-orang. Di titik inilah sebuah peninggalan tua di kedalaman hutan di Peru sana akan sangat membantu. Di sebuah hutan dan danau tua yang lokasinya persis di balik pulau Bali ini, pernah ditemukan ajaran sangat tua yang bernama manuskrip Celestine. Ada sejumlah wawasan yang ditulis dalam manuskrip ini. Dan yang paling menonjol dari semua wawasan yang disajikan, tidak ada kebetulan hanya bimbingan-bimbingan. Sedihny...
    Read More
  • 18

    May

    Lentera Jiwa

    Di tengah terowongan gelap, yang paling dibutuhkan manusia adalah cahaya. Di tengah zaman yang sangat gelap, yang paling dibutuhkan manusia adalah lentera jiwa. Tanpa lentera jenis ini, ke mana pun kaki melangkah, jiwa akan tetap resah dan gelisah. Punya uang resah, tidak punya uang gelisah. Catatannya kemudian, menghidupkan cahaya listrik mudah, tapi menghidupkan lentera jiwa, tidak sembarang orang yang bisa melakukannya. Berita gembiranya, di beberapa bagian, ilmu psikologi memberi tanda-tanda berguna yang layak direnungkan. Perjalanan jiwa akan lebih dalam lagi kalau psikologi dipadukan dengan warisan tua spiritualitas.
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post