Meninggalkan Cahaya Di Bumi

23 Sep 2016

Menua itu adalah hukum alam, tapi menderita itu pilihan, demikian pesan yang sering diperbincangkan diantara jiwa-jiwa tua yang bercahaya. Semua tubuh pasti menua. Semua manusia akan melemah di usia tua. Tapi menderita, itu pilihan yang dibuat seseorang sejak mereka berusia muda.

Sedihnya, kendati pesan ini diketahui oleh banyak sekali orang, sudah disebarkan ke banyak sekali orang, tetap saja di sana-sini terlihat manusia yang menuanya penuh musibah. Seorang sahabat psikolog dari Yogyakarta bercerita, bahkan tatkala ayahandanya sudah wafat lama sekali, tapi luka jiwa yang ditimbulkan pada keluarga yang ditinggalkan akibat bercerai tidak kunjung sembuh.

Ini menyisakan pelajaran mendalam, memutuskan cerai itu mudah. Namun menyembuhkan luka jiwa yang ditimbulkan kemudian, itu yang jauh dari mudah. Itu baru cerita orang tua yang bercerai, belum lagi cerita orang tua yang terkena penyakit ini dan itu yang sangat menakutkan di usia tua. Dengan masa tua yang demikian gelap, ke mana jiwa akan dibawa setelah kematian?

Bagi setiap jiwa yang peka, jauh sebelum kehidupan akan terjun ke jurang petaka, sebenarnya sudah muncul tanda-tanda di sana-sini. Sayangnya, tanda-tanda itu dibantah dengan alasan seperti tidak masuk akal, klenik, mistik, dll. Bantahan paling keras biasanya datang dari para sahabat yang sangat pintar, sangat tinggi harga dirinya, menganggap bahwa akal sehat adalah segala-galanya.

Dalam pengandaian yang sederhana namun mendalam, sukses material di usia muda mirip dengan pesta besar. Dan semua pesta besar harus diikuti oleh cuci piring di usia tua. Cerai, stroke, terkena kanker, insomnia (sulit tidur) adalah sebagian contoh cuci piring di usia tua. Dalam cerita sahabat psikolog di atas, bahkan setelah tubuh mati sekian lama pun masih dihujat oleh orang-orang dekat.

Sebagian sahabat yang menua, memiliki jiwa yang peka serta kaya dalam rasa bercerita, jauh sebelum malapetaka kehidupan terjadi, muncul tanda-tanda seperti early warning system (sistim peringatan dini). Pasangan hidup yang mulai banyak marah, sebagian bahkan sering mengancam cerai, ada yang mulai selingkuh, anak-anak yang mulai bermasalah, kualitas dan kuantitas tidur terganggu, sering mengalami mimpi buruk, tidak ada aba-aba tiba-tiba di dalam mau membentak, itu sebagian tanda-tanda yang selayaknya dibaca.

Seperti melihat speedo meter yang memberikan tanda kalau mesin mobil mulai sangat panas, inilah saatnya untuk mulai belajar menyejukkan kehidupan. Memperlambat ritme kehidupan, menurunkan target-target material, menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga, lebih banyak istirahat, lebih banyak rekreasi, belajar lebih peduli sama keluarga dan sesama, itu adalah sebagian cara yang tersedia.

Lebih bagus lagi kalau mulai berkenalan dengan ajaran dan praktik spiritual yang menyejukkan. Meditasi, yoga, doa, puja, dll adalah pilihan yang tersedia. Apa pun bentuk praktik dan olah spiritualnya, selalu pilih bentuk-bentuk praktik spiritual yang menyejukkan dan menentramkan. Sekaligus yang membuat seorang pencari semakin dekat dengan cahaya dan keluarga.

Segelintir anak muda membantah, kalau sukses materi dilakukan dengan cara yang benar, ia tidak akan menimbulkan cuci piring di usia tua. Dengan tetap menghargai pendapat yang berbeda, secara jujur harus dikemukakan, daya dukung tubuh manusia itu ada batasnya. Daya dukung keluarga terhadap kesuksesan material juga ada batasnya.

Seperti melampaui kemampuan mesin mobil, siapa saja yang bertumbuh jauh di atas kemampuan tubuhnya, persoalan waktu pasti terbakar dan roboh. Jika tanda-tanda berbahaya di keluarga tidak dibaca, pada saatnya keluarga akan jatuh ke jurang berbahaya. Dan kapan saja kehidupan pribadi dan kehidupan keluarga terlihat memanas, cepat kembali ke tengah. Temukan cahaya indah di tengah yang bernama rasa berkecukupan.

Siapa saja yang tumbuh indah di titik tengah melalui rasa berkecukupan mendalam, tidak saja dirinya selamat, keluarganya bertumbuh indah, tapi juga akan meninggalkan cahaya indah di muka bumi. Anak-anak yang bertumbuh sehat, cucu-cucu yang penuh hormat, keteladanan indah seseorang saat tumbuh di muka bumi akan dikenang di bumi sebagai serangkaian cahaya yang indah. Sebagai bahan renungan, tubuh spiritual yang kita pindahkan dari tubuh lama ke tubuh baru di saat kematian adalah energi kebiasaan. Ia yang memiliki kebiasaan kuat untuk berbagi cahaya (melalui pelayanan penuh kasih sayang) saat bertumbuh di bumi, ada kemungkinan untuk terlahir di alam cahaya setelah kematian.

Penulis: Gede Prama
Photo Courtesy: Twitter @ moon_perla

=====================================

Versi bahasa Inggris dari tulisan ini bisa dibaca di bellofpeace.org. Tulisan ini beserta ratusan tulisan lain Guruji bisa dibaca di belkedamaian.org. Demikian juga hasil wawancara beberapa media terkemuka seperti harian Kompas, e-book gratis, video bimbingan meditasi, video-video pesan perdamaian dari Guruji, semuanya bisa ditemukan di belkedamaian.org. Keluarga spiritual Compassion beserta murid-murid Guruji di mana saja berada, dimohon menyebarkan pesan ini agar lebih banyak cahaya yang bisa disebarkan. With compassion, admin.


TAGS spiritual


-

Author

Search

Recent Post