• 28

    Oct

    Senyuman Sebagai Kecerdasan

    Suatu hari ada anak kecil sedang menggali pasir di pinggir pantai menggunakan tangannya yang juga kecil. Tatkala ditanya apa yang ia lakukan, dengan polos anak kecil ini menjawab: “saya mau memasukkan semua air samudera ke dalam sumur bikinan saya sendiri”. Seperti itulah nasib banyak manusia di zaman ini. Kehidupan dan Tuhan seluas samudera. Tapi pikiran manusia mirip dengan sumur kecil. Sedihnya, majunya pendidikan membuat sebagian manusia demikian percaya dirinya seolah-olah bisa mengerti semuanya dengan pikiran semata. Ujungnya mudah ditebak, di mana-mana terlihat mata manusia yang bercerita, kalau mereka terasing atau tidak betah dalam tubuh mereka sendiri. Seorang sahabat yang menghabiskan waktu puluhan tahun menjadi konsultan sejumlah perusahaan besar, serta mengert
    Read More
  • 23

    Sep

    Meninggalkan Cahaya Di Bumi

    Menua itu adalah hukum alam, tapi menderita itu pilihan, demikian pesan yang sering diperbincangkan diantara jiwa-jiwa tua yang bercahaya. Semua tubuh pasti menua. Semua manusia akan melemah di usia tua. Tapi menderita, itu pilihan yang dibuat seseorang sejak mereka berusia muda. Sedihnya, kendati pesan ini diketahui oleh banyak sekali orang, sudah disebarkan ke banyak sekali orang, tetap saja di sana-sini terlihat manusia yang menuanya penuh musibah. Seorang sahabat psikolog dari Yogyakarta bercerita, bahkan tatkala ayahandanya sudah wafat lama sekali, tapi luka jiwa yang ditimbulkan pada keluarga yang ditinggalkan akibat bercerai tidak kunjung sembuh. Ini menyisakan pelajaran mendalam, memutuskan cerai itu mudah. Namun menyembuhkan luka jiwa yang ditimbulkan kemudian, itu yang jauh
    Read More
  • 13

    May

    Jendelanya Cahaya

    Tiap sahabat yang mata kepekaannya terbuka mengerti, semua orang yang bikin ulah dan musibah di ruang-ruang publik khususnya, lebih-lebih ulahnya berkepanjangan, sebenarnya jiwanya sedang luka. Kemarahannya adalah cara luka jiwanya di dalam menangis minta ditolong. Dengan cara pandang seperti ini, di satu sisi kita tidak ikut menyebarkan benih-benih kekerasan di masyarakat, di lain sisi energi belas kasih (compassion) mekar di dalam. Dan yang paling penting, saat-saat dilukai adalah saat-saat terbukanya peluang emas untuk berjumpa sang Cahaya di dalam. Di jalan meditasi mendalam khususnya, kapan saja datang orang yang melukai, atau dikunjungi memori buruk dari masa lalu, cepat pancarkan cahaya kesadaran yang penuh senyuman pada dua obyek meditasi. Yang pertama, pancarkan cahaya kesada
    Read More
  • 24

    Feb

    Nyanyian Belas Kasih

    Beberapa waktu lalu ada sebuah cerita indah yang terjadi di Bali. Suatu hari seorang anak yang penuh bakti kepada Ibunya merasakan kalau Ibunya mau wafat. Di tengah perasaannya yang kacau, ia bertanya ke ibunya tentang apa yang sebaiknya dilakukan kalau beliau wafat. Dengan tersenyum ibunya berpesan: “rawat adikmu dengan baik”. Dan setelah Ibu ini wafat maka dirawatlah adiknya sebaik-baiknya. Sebagaimana perjalanan keutamaan lainnya yang penuh dengan godaan dan guncangan, perjalanan merawat adik ini juga penuh dengan guncangan. Dari sulit mencarikan pekerjaan, mewariskan banyak hutang sampai dengan berurusan dengan polisi. Kendati demikian, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, terus menerus sang adik dirawat demi sebuah bakti kepada ibu yang sangat
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post