• 10

    Nov

    Tanah Penuh Senyuman

    Ada saatnya dalam hidup, terutama di awal-awal pertumbuhan, kinerja kehidupan diukur dengan ukuran-ukuran ekonomi seperti tabungan. Namun ada waktunya di mana ukuran ekonomi tidak saja tidak memadai, tapi juga bisa melukai. Bertumbuhnya angka bunuh diri, perceraian, korban narkoba di mana-mana sedang bertutur terang benderang, ekonomi saja jauh dari cukup. Seperti sepasang suami-istri yang baru berrumahtangga. Bisa menghidupi diri sendiri, memiliki rumah, menyekolahkan anak-anak, tentu saja memerlukan kemampuan ekonomi. Namun sebagaimana terlihat di sana-sini, ekonomi yang bertumbuh tidak selalu diikuti oleh jiwa yang bertumbuh. Dalam sejumlah kisah bahkan terungkap, ekonomi yang bertumbuh malah diikuti oleh jiwa yang roboh. Penghasilan yang meningkat pesat membuat seseorang berselingku
    Read More
  • 2

    Nov

    Malaikat Penyelamat Bernama Senyuman

    Di pulau Okinawa Jepang seorang Guru karate dengan ilmu bela diri tingkat tinggi pernah dicegat serta ditantang berkelahi oleh seorang tentara AS yang mabuk. Dengan penuh senyuman Guru karate ini melangkah minggir menjauh. Muridnya yang ada di sebelahnya bertanya dengan nada yang panas: “Kenapa tidak ditendang saja tentara mabuk tadi?”. Sambil tersenyum Guru karate ini menjawab: “Belajar bela diri tidak untuk melukai orang, tapi untuk berbagi senyuman pada orang-orang”. Suatu hari seorang pendekar yang sudah lama merantau rindu dengan desanya di pedalaman China sana. Namun begitu mau masuk desa, ia dicegat oleh sejumlah anak muda desa yang mulutnya berbau alkohol. Kemudian dengan nada keras memaksa pendekar ini agar lewat di bawah selangkangan mereka. Tanpa prote
    Read More
  • 27

    Oct

    Taman Jiwa Terindah

    “Kwalitas hubungan Anda dengan orang-orang dekat, itulah praktik spiritual Anda yang paling dalam”, itu pesan seorang Guru. Setiap sahabat yang meditasinya mendalam tahu, kwalitas hubungan kita dengan orang-orang dekat, khususnya orang dekat yang tidak bisa dipilih seperti orang tua dan anak-anak, adalah cermin yang sangat jujur tentang keindahan hati seseorang di dalam. Mirip dengan berkaca pada cermin yang bersih dan jernih, keindahan orang-orang dekat adalah pantulan dari keindahan jiwa di dalam. Sedihnya, di zaman ini sedikit ada manusia yang bisa melihat keindahan dirinya di orang-orang dekat. Itu sering terjadi, terutama karena hubungan pernikahan bisa menjadi hubungan yang membakar, bisa juga membuat jiwa jadi mekar. Semuanya tergantung pada seberapa cerdas seseorang
    Read More
  • 20

    Oct

    Jiwa Yang Mekar Sangat Indah

    Bermusuhan dengan umur, itulah salah satu tanda jiwa-jiwa yang menuju bahaya. Di usia muda, mereka mengira kalau cahayanya ada di usia tua. Begitu tua, tubuh lemah dan sakit-sakitan, mereka baru sadar ternyata ada banyak kesempatan di usia muda dulunya yang secara menyesal tidak dimanfaatkan. Hasilnya mudah ditebak, saat muda mereka resah, ketika dewasa gelisah, tatkala tua mereka marah-marah. Setelah digali lebih dalam di sesi-sesi meditasi, tidak sedikit sahabat gelisah yang membuka rahasia, ternyata nyaris semua jiwa-jiwa bahaya punya kebiasaan tidak sehat. Ringkasnya, jauh di kedalaman dirinya mereka sering berbicara dengan diri sendiri seperti ini: “Saya tidak mau ada di sini dan saat ini”. Itu sebabnya, mudah dimengerti kalau seorang peneliti dari Harvard menyimpulkan, l
    Read More

Author

Search

Recent Post