2. Sekilas Gede Prama

Gede Prama adalah seorang murid di jalan meditasi. Mulai belajar meditasi sejak kecil dengan dibimbing Guru simbolik di desa Tajun Bali Utara. Bea siswa pernah  membawanya  belajar hingga ke  Inggris serta  Perancis. Karirnya di dunia korporasi naik setapak demi setapak hingga kursi tertinggi (CEO). Sebagai konsultan, ia pernah menjadi konsultan manajemen di perusahaan televisi RCTI, perusahaan taksi Blue Bird dll.

Namun semua itu ia tinggalkan di umur 39 tahun, untuk kemudian memasuki dunia pelayanan.  Maka dari itulah,  Gede Prama  sudah menerbitkan puluhan  judul buku (sebagian dalam bahasa Inggris), ribuan artikel, pesan-pesannya  menyebar melalui banyak radio, televisi, internet, dan media cetak. Membimbing sejumlah murid meditasi di Bali, Jakarta, dll. Pernah menjadi penulis tetap di harian Kompas, majalah SWA serta majalah Info Bank. Karya terakhirnya berjudul: “Setenang Pepohonan, Selembut Rerumputan: Menyembuhkan, Mendamaikan Diri Dari Dalam” (Penerbit Karaniya 2011).

Tidak saja dalam kehidupan duniawi Gede Prama penuh ketekunan, dalam kehidupan spiritual juga serupa. Itu sebabnya ia pernah belajar spiritualitas langsung dari HH Dalai Lama di Dharamsala India Utara, berjumpa Lama Zopa Rinpoche serta  YA Thich Nhat Hanh. Kendati demikian, ia tidak pernah berhenti belajar untuk semakin rendah hati.

Untuk mendukung kehidupannya sebagai pelayan, Gede Prama masih mengajar di dunia korporasi di Jakarta, Hongkong, Melbourne, Kuala Lumpur dan sejumlah kota lainnya. Sebagai pembicara publik, ia  pernah menjadi nara sumber di berbagai forum (National, International) serta diundang World Bank, Unilever Global, IBM, Microsoft, Citibank dll .

Contact : 021 74863845,  Fax : 021 74860536, e-mail :   sales at dynamicsconsulting.com

Responses -

Dear Greg,
Thank you for visiting my blog. To make the information precise, I attended top management course in INSEAD Fontainebleau around 1993. The course tittle is “Managerial skills for international business”. I still hold the certificate at home. 0ne of the professor who thought me at that time was Prof. Bettignies and others that I forgot already since it was long time ago. May be I was not listed as alumni because the program I attended just short course not MBA degree. And for your information, I received my MBA from Prasetya Mulya Jakarta and MA degree in 0rganizational behaviour from Lancaster University of England. Thank you

bunuh diri itu adalah salah satu yg paling berbahaya yg dilakukan (secara spiritual). saran saya, hindari!. satu2nya tugas kita disini adalah bertumbuh. dan godaan/cobaan (asal tabah. tulus, ikhlas) sesungguhnya mempercepat pertumbuhan jiwa kita. belajarlah sedikit tabah sekalisgus tulus di depan godaam. sesungguhnya, semuanya Tuhan

tidak ada cara lebih baik dlm membimbingi anak dibandingkan menyayanginya. sayangi, sayangi, sayangi krn itu satu2nya gizi spiritual yg bisa diberikan ke semua ciptaan

belajar dan berguru itu baik. tp ada guru tertinggi (hanya utk diri anda) yg sdh diciptakan utk setiap orang, sayangnya sedikit yg mau dengar dan belajar dr sana, yakni keseharian kita

belajarlah melihat dan mendengar dr kejadian2 keseharian. dengar tdk dg telinga, lihat tdk dg mata, raba tdk dg tangan, melangkahlah tdk dg kaki

di sana engkau akan menemukan guru sejati

sementara (sekali lagi sementara) bila belum bisa, boleh baca terus tulisan2 saya

:) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :)

godaan, cobaan, guncangan bukanlah tanda Tuhan lagi marah, ia pertanda jiwa sedang bertumbuh

keadaannya mirip amplas yang menghaluskan kayu, atau pisau yg melobangi bambu yg mau jadi seruling

tabahlah, sabar, kehidupan sedang membuat anda jadi mulya lewat cobaan2 ini

:) :) :) :) :) :) :) :) :) :)

matur suksma YM Banthe! semoga seluruh garis guru di Tantra (yg kita puja melalui praktek guru yoga/ guru puja) bisa ikut berbahagia dg karya2 kita.

Banthe berkarya di Batam dg mengenakan jubah. titiyang berkarya di jkt/bali dg baju biasa. bukankah kita sedang meminum dr air suci yg sama yg bernama Bodhichitta?
:) :) :) deep bow

sementara hanya blog ini saja yang resmi saya kelola. terimakasih :) :) :)

Silahkan baca pesan2 di blog ini. Tks :) :) :)

Di awal manusia memerlukan tujuan (duniawi: kemajuan, pertumbuhan; surgawi: pembebasan. moksha). namun setelah berjalan jauh ke dalam (Pura Dalem), tujuan tdk diperlukan. hanya mengalir sempurna dg setiap putaran kehidupan.

apakah kebenaran memerlukan perjuangan? bagi mereka yg di dalamnya ksatria (polisi, tentara, hakim, jaksa dll) jawabannya ia. Tapi mereka yg di dalamnya Brahmana (sdh menemukan keheningan di dalam), kebenaran memiliki hukum dan siklusnya sendiri. jadi tidak perlu dicari dan dikejar.

soal apakah manusia penguasa dunia, di awal perjalanan banyak manusia yg menyebutnya demikian. Namun bagi yg sdh berjalan jauh ke dalam, sesungguhnya yg menguasai dan yg dikuasai tdk ada.

maaf sekali, seingat saya, saya belum pernah menerbitkan/menulis buku seperti itu. maafkan…

Silahkan dan terimakasih sudah menjadi bagian dari kedamaian!

ada 3 tingkatan pernikahan:

pernikahan yg menderita krn selalu berharap mendapat, mendapat dan mendapat dari pasangan. lebih2 mendapatkan harta.. hati2 inilah pernikahan penuh penderitaan akhirnya

kedua, pernikahan yg berbahagia krn saling memberi dan mendapat (take & give), saat suami marah Anda memaafkan, ketika Anda stress suami menghibur… gantian antara mendapat dan memberi

ketiga, pernikahan yg penuh keheningan, krn diisi oleh keikhlasan utk memberi … memberi … memberi … karena dalam pemberian itulah tersembunyi rahasia keheningan

:) :) :)

Maafkan reply-nya sangat terlambat karena berbagai kesibukan. Lain kali silahkan hubungi telepon 021 748 63845, fax: 021 748 60536, email” sales@dynamicsconsulting.com

Utk orang kebanyakan, mimpi hanya bunga tidur. Freud bahkan menyebutnya sampah yg tdk perlu. Tp di dunia spiritual, ada praktek dream yoga (yoga mimpi), artinya mimpi tdk sepenuhnya sampah, mimpi juga lahan latihan spiritual!. ttg pengalaman Anda bermimpi kakek/nenek, ada 2 kemungkinan: beliau mau menyampaikan sesuatu, atau guru di alam sana meminjam tubuh kakek/nenek untuk menyampaikan sesuatu. saran saya, menjelang tidur coba gambar huruf 0m (0ngkara Bali) sebelum tidur tiga kali. kemudian, jalani mimpi dan kehidupan dg penuh ketulusan dan keikhlasan. matur suksma

yg paling mudah ke toko buku gramedia di Dpsr. di Singaraja saya kira ada beberapa toko buku (Gunung Agung, Indera dll). suksma

Dalam keseharian, cukup Anda banyak berbuat baik. Bila tdk bisa, cukup jangan menyakiti. Ini sederhana sekaligus mendasar. Soal karma orang, ada yang bisa dibelokkan ada yg tidak. Bila aliran karmanya keras sekali, tidak bisa dibendung (misalnya kesalahan yg dilakukan terlalu berat spt membunuh), amat susah membelokkannya. Bila arus karmanya lemah (hanya kesalahan kecil) dan kita punya hubungan karma yg kuat (sbg orang tuanya, saudara kandung dll), mungkin bisa dibelokkan. Kembali ke awal, banyak berbuat baik, kalau tdk bisa cukup jangan menyakiti. itu yg membuat Anda menjadi manusia spiritual.

Soal ke Batam, mudah2an diberkahi waktu ketemu ya. Terimakasih!

terimakasih Ibu. Ibu sudah melangkah di jalan spiritual melalui ‘tdk menyakiti’. emosi kita spt karet gelang, awalnya kuat melawan ketika dirubah. sama dg Ibu yg belum rela ketika melihat anak2 nakal. teruslah laksanakah “banyak menyayangi, kurangi menyakiti”, persis spt menarik2 karet gelang. di suatu waktu, karet gelang emosi akan longgar.

makanya, ada yg berpesan, hasil olah spiritual bernama: kesabaran. setelah sabar, kitalah yg paling banyak menikmatinya (sehat, damai, tdk punya musuh, banyak teman dll). tks

terimakasih kembali. hanya ketulusan yg ditarik oleh ketulusan. hanya kebaikan yg lapar mencari kebaikan. semoga semua berbahagia.

Ahimsa (non violence alias tanpa kekerasan) memiliki beberapa tingkatan:

1. Tidak menyakiti secara fisik (membunuh binatang, memukul orang, memotong pohon sembarangan dll)
2. Tidak menyakiti dg kata2 (kata2 kasar yg menyakiti, memfitnah, gosip, menyebarkan cerita bohong dll)
3. Tidak menyakiti dengan pikiran (niat buruk, dendam, iri, dengki, berfikir negatif dll)

Bermodalkan yang tiga ini baru masuk ke tataran Ahimsa yang sesungguhnya:
Loving kindness and compassion (cinta kebajikan dan kasih sayang). Inilah intinya! Bila sampai di sini, tdk ada yang lain tersisa terkecuali 3 I : indah, indah dan indah! Puncaknya (bila Anda mau terminologi Hindu) adalah Satchittananda. Ia yang pikirannya senantiasa terserap dalam2 pada kebenaran kekinian akan melihat keindahan di mana2.

tks,
gp

terimakasih Mas Bayu. bila mau ketemu, banyak berdoa, saya hanya pelayan dari guru di alam doa. bila diberkahi guru (sejumlah orang yg telah berjumpa saya mengakuinya), kita bisa ketemu diatur alam di mana saja dikehendaki. soal tradisi yg saya anut, saya lahir sebagai orang Bali, tetapi dalam mengajar/menulis tidak tertarik ‘memBalikan’ orang lain. saya hanya tertarik menyebarkan kasih sayang. Begitu masuk secara mendalam, saya hanya murid di jalan Tantra.

sayangnya, karena salah satu arti Tantra adalah rahasia, tidak mudah membaginya ke orang lain. hanya boleh dibagikan ke orang-orang yg sudah melaksanakan guru yoga (menyatu dengan guru). sementara itu dulu. :) Tks

Bagusnya dibimbing guru hidup Mas Bayu. Guru hidup amat penting karena dalam dirinya ada ajaran2 yg hidup (the living teaching). Sehebat2nya buku suci, ia tetap barang mati, rawan penyimpangan karena semua buku suci berumur di atas seribu tahun). Matur nuwun sudah menemukan salah satu garis guru di atas kepala saya yakni YA Dharmakirti (kadang disebut YA Dharmarakshita).

Saran saya teruskan Mas. 0rang2 serius memang sedikit. Tapi yg sedikit ini yg diharapkan menerangi dunia. :) Tks

Sami-sami Mas Bayu! mudah2an apa yg kulo bagikan utk Mas bisa membuat Shalat panjenengan semakin dalam dan semakin dalam. :)

sakit tidak selalu jelek. di jalan spiritual, sakit adalah membersihkan banyak penghalang perjalanan. saran saya, bila sakit kurangi menendang, belajarlah melihat bimbingan2 di sana. :) Tks

biasanya, suami istri adalah pasangan saling melengkapi. kurangilah ‘bertempur’ dg suami. lengkapi kekurangan2nya. :) Tks

coba hubungi mas Ivan di Telp. 021 74863845 atau fax 021 748 60536. saya belum bisa berjanji apa2 karena jadwal saya melayani cukup banyak kegiatan.
:) trimakasih,
gp

Maaf Mas Toto, judul sesungguhnya dari buku saya yg mengulas meditasi adalah:
“Pencerahan dalam perjalanan: Menyirami bibit2 kesembuhan, keteduhan, kedamaian”. (penerbit Gramedia Penerbit Utama 2010)

coba cari buku itu di toko buku Gramedia terdekat. saya kira masih banyak karena baru akan diluncurkan besok 10-10-2010. matur nuwun atas perhatiannya.

:) gp

bagi orang biasa, cobaan/halangan dikira hukuman Tuhan, atau dikira akibat kesalahan. bagi penekun spiritual yang serius (yogi), masalah/cobaan/halangan serupa tangga2 yang sedang menaik. teruslah bekerja, berusaha, berdoa. dan…apapun hasilnya persembahkan kepada kehidupan. Keikhlasan serupa karet gelang, semakin dicoba/digoda semakin ia menjadi lentur, lebar. luas. sampai suatu hari (bila mengalami pencerahan) ia akan seluas ruang. selamat berlatih. :) Tks

Pak Bagus, saya ikut berempati dengan apa yg sedang menimpa Bapak dan keluarga. Sedih rasanya bila ada sahabat yg mengalami kesedihan. Lebih2 kesedihannya sedalam yg Bapak alami. Saran saya, berhenti melihat kesedihan sbg hukuman, apa lagi sbg godaan setan. belajarlah melihat kesedihan sbg amplas yg menghaluskan kayu yg sedang dibuat menjadi patung Buddha yg indah. Izinkan saya menjawab pertanyaan Bpk semampunya:
1. Soal karma, sejauh seseorang belum mengalami pencerahan sempurna, karma akan terus mengikuti seperti bayangan yg mengejar badan. untuk itu, penekun spiritual serius sekali mengalami laku (meditasi, yoga, dll) agar bisa mengalami pencerahan. tidak saja agar bebas dari putaran karma, juga krn dg mengalami pencerahan bisa menolong mahluk lain dalam jumlah yang tidak terbatas.
2. Perjalanan setelah kematian:
Bagi yg belum mengalami pencerahan sempurna, ia akan berputar sesuai dengan karmanya. bila karma baiknya berlimpah, ia lahir bisa jadi manusia/dewa. jika karma buruknya banyak terlahir di alam bawah. Namun, bagi praktisi sejati, kematian menghadirkan dua lagi kemungkinan pencerahan, yakni ketika kematian serta tatkala berjalan di alam bardo (alam antara kematian dan kelahiran berikutnya). maafkan, saya tdk boleh cerita detail tentang hal ini krn rahasia.
3. Tentang umur seseorang, di jalan yg saya ikuti itu juga buah karma kehidupan sebelumnya.

Sebagai penutup, bila Bpk mencintai alm. anak Bapak, sebelum waktu 42 hari setelah waktu kematian, banyaklah melakukan perbuatan baik, serta limpahkan berkahnya ke alm. sehingga bisa ikut meringankan beban perjalanannya di alam bardo. last but not least, gunakanlah moment kesedihan ini sebagai terbukanya pintu spiritual Bapak dan keluarga. habis ini, serius belajar meditas. bila tertarik, boleh ikut meditasi saya (lihat jadwal meditasi di halaman depan blog ini).
:) :) :) Tks

Agak rumit menilai orang bila hanya berdasarkan informasi di internet semata Mas Bagus. Setahu saya, ada 3 jenis pengalaman spiritual:
1. pengalaman mistik (tdk semuanya jelek, tapi kadang membuat kita merasa lebih dari orang lain…hati2)
2. pengalaman religius (mudah menangis, sujud, rendah hati, lapar melayani)
3. pengalaman pencerahan (ini sebaiknya dirahasiakan, hanya diungkapkan dlm bentuk pelayanan)
soal bisa melihat begini/begitu, berkomunikasi dg mahluk halus dll, saya hanya bisa sarankan hati2, sebaiknya Anda belajar meditasi di bawah bimbingan guru yg tepat.
:) Tks

Prasetya… saya berempati dg apa yg Anda alami. berat sekali utk orang seumur Anda. saran saya sederhana, minta maaf terus menerus kepada Guru di alam tidak terlihat. kemudian rundukkan badan, pikiran untuk bisa menerima percikan2 air suci dari guru. saya tidak bisa melebihi dari itu. :) Tks

Matur suksma Ngakan. Teruslah belajar. bagian terpenting dr kelahiran guru adalah ajarannya. baca, laksanakan ajaran guru, itu cara terbaik menghormati guru. :) Tks

Terimakasih Boston Gunawan, tentu saja saya amat hati2 memilih kata2 dalam menulis dan berbicara. pedomannya sederhana, pilih kata2 yg sopan, sejuk, lembut plus hindari yg mungkin menyakiti. sudah demikian hati2 pun kadang2 ada orang yang tersinggung dan mencerca saya - terutama oleh humor2 saya. tapi saya terima semuanya tanpa keluhan krn itu bagian dr proses belajar. soal u-tube, ada murid saya yg memasukkan rekaman saya ke sana. cuman, saya jarang pantau. yg rajin saya pantau hanya blog ini. semacam tempat melayani Anda2. :) Tks

I Gusti Bagus Ngurah Eka Putra Wiajaya, kerinduan terhadap guru adalah pertanda baik sekali di jalan spiritual. amat jarang manusia di zaman gelap ini yg merindukan Guru. saran saya, dalami laksanakan intisari ajaran Guru. itu cara terbaik agar terhubung terus dg Guru. dan di jalan yg saya ikuti, intisari ajarannya adalah cinta dan kasih sayang (kadang disebut belas kasih/compassion). teruslah tersambung dg Guru dengan cara melaksanakan ajarannya. :) suksma

Putu, yg dimaksud mendengar tidak dg telinga, melihat tidak dg mata itu sederhana. setiap kejadian keseharian adalah bimbingan2. contohnya, kalau pagi2 susah buang air besar artinya makanan/minuman kemaren jangan dimakan lagi. bila menemukan kebahagiaan artinya Anda tersambung secara kosmik jangan lupa mengucapkan terimakasih, saat digoda penderitaan artinya Anda sedang dimurnikan dari kekotoran2 karma masa lalu. seperti itu Putu. mudah2an berguna. :) Matur suksma

Nyoman Sukrayaza, trimakasih sudah berbagi penderitaan dg saya. terus terang, Anda tidak sendiri, ada banyak manusia yg mengalami penderitaan. cuman, karena Anda sudah ketemu saya, saya bekali pengertian berbeda kali ini. penderitaan tidak lain dan tidak bukan hanya pintu spiritual yg terbuka. cuman, Anda baru masuk ke dalam gerbang spiritual itu bila Anda meluangkan waktu ketemu Guru, mendengarkan ajaran2nya, kemudian pelan perlahan mulai melaksanakan ajaran2nya.

Anda ketemu saya tidak kebetulan. ada kekuatan kosmik yg ikut membimbing. permintaan saya sederhana, dibandingkan melakukan hal2 aneh yg berbahaya, lebih baik Anda ikut meditasi saya (lihat di halaman depan blog ini, klik jadwal meditasi). dari saya, Anda tidak dipungut biaya apa2, hanya menyumbang pd Vihara tempat kita belajar. itu pun tidak ada batasan besar kecilnya. sepenuhnya seikhlasnya Anda. Jangan lupa, penderitaan adalah gerbang spritual yg terbuka. :) Suksma

Putu, sementara Anda belum stabil sempurna sebaiknya menghindar dulu dari godaan2 mencekam seperti Anda ceritakan. ini bisa menyeret Anda ke tempat2 gelap yg menakutkan. nanti kalau sudah stabil, gunakan pengganggu2 itu sebagai amplas yg menghaluskan. :) suksma

Wira Darma, guru yoga adalah sebentuk penyatuan antara tubuh, kata2, batin murid dg tubuh, kata2, batin Guru. tatakala berhasil melakukannya, maka hidup pun berubah menjadi Raja Yoga (semuanya adalah Yoga). :) Suksma

Yuyun Bahtiar, maafkan sekali saya tidak punya face book. ada memang face book atas nama saya memasang foto2 saya, mengutip buku2 saya tapi itu bukan saya. maafkan :) Tks

MAde Wirawan, salah satu hasil penting meditasi adalah kesabaran. dan cacian, kemarahan adalah langkah guru simbolik utk menyempurnakan kesabaran tadi. sabar ya, kakak Anda orang baik krn kemarahannya sedang menyempurnakan kualitas meditasi Anda. cacian, makian sungguh menghaluskan perjalanan. asal, tidak melawan, tapi menerimanya sebagai bagian perjalanan panjang meditasi. :) Tks

Boston Gunawan, di umur2 muda spt Anda sebaiknya Anda menyembuhkan banyak penyakit heran terlebih dulu: heran punya uang, heran terkenal, heran dll. nanti, setelah umur 40, katakan cukup pada kehidupan, kemudian galilah kehidupan spritual sedalam mungkin. selamat mencoba. :) Tks

IGK Sarwi, 42 hari seetlah mati ya setelah tubuh ini disebut mati tentu saja. tapi jangan takut, dg keikhlasan, ketulusan dan bakti, kematian bisa berwajah pencerahan. :) Tks

Benita, saya berempati dg pengalaman Anda. saya juga lulusan luar shg bisa membayangkan kesulitan Anda memasuki belantara Indonesia. saran saya, gunakan murid2 nakal itu sebagai guru kesabaran Anda. semakin keras mereka menyakiti Anda, semakin halus kualitas kesabaran Anda kemudian. cuman, hati2 dg kemungkinan crime yg mereka bisa lakukan. hati2 berjalan sendiri tanpa pendamping. tapi kalau toh crime itu mengancam, hadapi dg kelembutan wanita. utk Anda catat, Cleopatra, Lady Diana, Bunda Teresa semuanya menundukkan dunia (sekali lagi dunia) dg kelembutan. :) Tks

Riza Sutjipto, di tingkatan orang biasa spt kita menyayangi adalah berusaha membuat orang yg kita sayangi berbahagia. tapi bagi para suci, menyayangi juga mencakup bersedia menderita utk orang yg kita sayangi sekaligus semua mahluk. :) Tks

Riza Sutjipto, berbeda dg zaman orang tua kita yg banyak memukulnya. di zaman kita amat berbahaya mendidik anak2 dg cara memukul. banyak dan luas implikasinya. anak2 adalah mahluk agung yg terlahir utk menyempurnakan kualitas spiritual orang tuanya. sehingga lebih disarankan meletakkan mereka sebagai mahluk agung yg membuat kita semakin dewasa dan bijaksana dari hari ke hari. :) Tks

B Chadar, saran terbaik utk persoalan Anda tentu saja pergi ke dokter. bagaimanapun kekurangan dokter, utk sakit2 fisik, dokter tetap yang terbaik. tapi bila Anda melihat ada sisi kejiwaan dari sakit ini, coba belajar utk menjauh dari sifat perfeksionis (ingin semua harus sesuai dg keinginan). keluarga sebagai contoh, berikanlah ruang2 bertumbuh pd anak2 dan istri. serupa pohon, mereka juga butuh ruang bertumbuh. anehnya, saat kita memberikan ruang bertumbuh pd orang, kita juga kecipratan damai. saran lain, meditasi adalah salah satu alternatif yg layak direnungkan. :) Tks

Buddy Leksono, love can be seen as a noun (passive, result), or love can be seen as a verb (active, cause). to me, love is a verb. love needs struggle, persistence, continuity. it’s not some thing free fall from the sky. sometimes, love can even bring us misery. but misery is not the reason to stop love. on the contrary, misery softens our heart, brighten our love at the end. in short, don’t let boring stop your love. keep struggling my friend. :) Tks

Minda Perangin angin, thanks for your attention. if you want to send me email, please send it to sales@dynamicsconsulting.com. But don’t expect that l’ll reply soon, bcs like replying to this blog, l only do it (mostly) once in a week. :) Tks

Mega 0ktaviany, membaca itu lebih dari sekadar hobi, lebih dari sekadar kerja bagi saya. membaca (khususnya buku2 suci di jalan yg saya ikuti) serupa bernafas. ia dilakukan terus menerus tanpa terasa, tanpa target. ia sesederhana bernafas. soal lingkungan, tidak terlalu saya pikirkan komentar orang sejauh tidak melanggar norma dan tidak menyakiti orang lain. lebih2 hasil membaca saya bisa memberi inspirasi banyak orang. :) Tks

Paramita, saya berempati dg masalah Anda. mempelajari umur Anda, ketekunan suami dalam merawat Anda, lamanya Anda sudah menikah, saya sarankan Anda untuk merawat keluarga Anda sebaik2nya. Di umur Anda, tanggungjawab sebaiknya lebih dikedepankan dibandingkan keinginan utk memenuhi perasaan2 pribadi yg tidak jelas apa lagi berbahaya. saya tidak punya saran yg lebih baik dari ini. :) tks

Sang Putu Eka Darma, kerinduan akan Tuhan adalah pertanda spiritual yg baik. teruskan penggalian dg jalan apa saja yg cocok. soal kedamaian, ia tergantung kedalaman kesadaran seseorang. di awal, kedamaian bermusuhan dg kekacauan. di puncak perjalanan, kedamaian tdk bermusuhan dg siapa2. kedamaian adalah menjadi alami. ia sesederhana air basah, api panas. :) Tks

Wayanasa, damai tdk selalu sama dg uang. kedamaian memerlukan uang tapi tdk didikte oleh uang. :) Tks

Adi, melihat umur Anda, Anda dalam umur2 bertumbuh (mencari bentuk, menemukan ukuran yg tepat). seperti baru belajar menaiki sepda, teruslah lakukan kasih sayang ke istri, anak2 dll. jatuh sekali2 biasa, wajar, terjadi pd semua orang. teruskan, teruskan, teruskan, suatu hari Anda akan menemukan keseimbangannya. di titik itulah baru kasih sayang akan muncul natural, alamiah, tanpa paksaan. :) Tks

Adi, tdk semua bisikian dari dalam mesti Anda ikuti. bila ada bisikan2 berbahaya (ekstrim) sebaiknya Anda cek ke buku suci atau ke Guru suci. ini pentingnya Anda menemukan Guru dg hubungan karma yg kuat, sehingga Anda bisa sujud, percaya sepenuhnya dg bimbingannya. Anda tdk lemah Adi, Anda hanya memerlukan keyakinan yg lebih kuat pada bimbingan2 dan pesan2 Guru. :) Tks

Boston Gunawan, coba mencari beasiswa ya, saya juga dulu ke luar negeri krn bea siswa. soal melayani orang seenaknya, belajar ‘cerdas’ dalam melayani orang. di awal2, layanilah mereka yg menghargai pelayanan kita dulu. nanti, setelah stabil dan sempurna, boleh melayani siapa saja. :) Tks

Adi, istilah lebih spesifiknya adalah melepaskan (Inggris: let it go). menyenangkan-menjengkelkan, bahagia-sedih, naik-turun semuanya dilepaskan. datang dan perginya semua fenomena (termasuk lahir matinya tubuh kita) tdk dalam kendali kita, dan ia berhenti menimbulkan penderitaan kalau kita sempurna dalam “melepaskan”. :) Tks

Nyoman Kasih, bermimpin orang suci (seperti Shri Krishna dalam pengalaman Anda) itu baik. di jalan yg saya ikuti, Guru luar hanya cermin dr Guru sejati yg ada di dalam. mencermati mimpi Anda, sebaiknya Anda dalami baik2 Bhagavad Gita ya krn yg terpenting dr kelahiran Guru adalh ajarannya. :) Tks

Rosie, orang2 kasar dan menyakiti tidak lain tidak bukan adalah wajah2 Guru yg membimbing. bahkan Guru yg lebih penyayang. pujian memang enak, tapi tdk memberikan pelajaran apa2. cacian memang menyakitkan, tapi ia sangat menghaluskan. teruskan belajar Rosie. :) Tks

Anick, sementara membaca tulisan2 di blog ini sdh lebih dr cukup. endapkan, laksanakan pelan2 pesannya. lebih bagus lagi, beli buku terbaru saya (setenang pepohonan, selembut rerumputan: menyembuhkan, mendamaikan diri dari dalam + cd bimbingan meditasi), yg paling bagus ikut meditasi (lihat jadwal meditasi di halaman depan bog ini) di desa Banjar Buleleng Barat. terus berlatih ya Anick. :) Tks

Adi, melepaskan tdk sama dg tdk perduli. sebagaimana air yg basah, api yg panas, orang yg sdh melepaskan secara alamiah akan penuh kasih sayang Adi. :) Tks

Bimo Nuswantoro, siapa saja boleh belajar dari ajaran2 yg mengalir melalui saya. bila mau yg murah meriah, baca pesan2 di blog ini. bila mau lebih dalam beli buku terbaru (setenang pepohonan, selembut rerumputan: menyembuhkan dan mendamaikan diri dari dalam) yg ada cd-nya. yg terbaik tentu ikut meditasi (lihat jadwal meditasi di halaman awal blog ini). tidk ada kebetulan mas Bimo, ada yg membimbing Anda shg kita bisa bertemu. saran saya, jaga diri baik2 dengan melaksanakan kasih sayang (compassion). :) Tks

Dewi Meidiani, bila Anda menangis haru mendengar doa “Nammo Avalokiteshvara” kemungkinan besar punya hubungan karma amat kuat dg garis Guru ini. silahkan melafalkan doanya kapan sana di mana saja, khususnya dg niat mengurangi penderitaan para mahluk, tdk berdoa krn sombong2an. kisah singkatnya begini, Buddha Avalokiteshvara (Buddha kasih sayang) saat mengalami pencerahan berjanji utk terus menerus terlahir guna membantu semua mahluk di alam samsara. kemudian beliau meditasi dalam 1 kalpa yg panjang, setelah terbangun kemudian menemukan jumlah mahluk yg menderita tdk tambah sedikit, kemudian dihinggapi keraguan. Begitu keraguan muncul, badannya pecah menjadi seribu terlahir di 6 alam (neraka, setan, binatang, manusia, setengah dewa dan dewa). melihat kenyataan seperti ini, meditasi kembali sehingga bisa memiliki seribu tangan, sembilan muka, muka ke sepuluh diberi kekuatan khusus oleh Buddha Vajrapani, muka ke sebelas diberi kekuatan khusus oleh Buddha Amitaba. shg jadilah beliau bertangan seribu bermuka sebelas yg terus menerus menolong, menolong dan…menolong. diantara banyak kelahirannya, salah satu yg sangat dikenal terlahir dg nama Dewi Kwan Yien. saran terakhirnya mbak Dewi, sayangi semua mahluk, jadilah salah satu tangan Buddha Avalokiteshvara di alam ini dengan menyayangi suami, anak2, serta semua mahluk tanpa terkecuali. :) Tks

Adi, mengikuti Guru tentu saja bolej. tapi jangan lupa, Guru luar hanya cermin dr Guru sesungguhnya yg bersemayam di dalam. :) tks

Eka, menjadi dewasa adalah menjadi penuh pertimbangan, hati2 dalam berfikir, berkata2 sekaligus bertindak. kapan saja ada sesuatu, renungkan dan pikirkan dulu, setelah tenang dan yakin, kemudian boleh berbicara dan bertindak. selain itu, belajar memandang semua mahluk dg mata ’seorang Ibu memandang putra tunggalnya’ adalah sebuah pendekatan baik. terakhir, belajar lebih toleran thd perbedaan2. :) tks

Utik, kasih sayang orang tua memang bisa berwajah ganda: memanjakan atau memacu pertumbuhan. tapi wajah mana yg diperoleh tergantung pemaknaan yg dilakukan sang anak. bila sang anda leha2, tdk sekolah, tdk berusaha, tentu saja kasih sayang orang tua menjadi racun masa depan. tapi bila anaknya menggunakan kasih sayang orang tua sebagai kesempatan utk bisa membayar kebaikan orang tua nantinya ketika mereka tua, kasih sayang orang tua memacu pertumbuhan. sekarang terpulang ke Anda mau ambil yg mana. :) Tks

Suci, semua kejadian (hanya lah tangan-tangan guru yang membimbing) termasuk di dalamnya ketika dimarahin orang. Tugas terpenting dalam hal ini, mendengar pesan guru kemudian melaksanakannya dalam keseharian. Ciri orang yang telah mendengar dan melaksanakan pesan Guru sederhana, banyak mengucapkan terima kasih dan sayangi semua mahluk sebaik seorang ibu menyayangi putra tunggalnya. :) Tks

I Nyoman Saputra, dlm hidup kerap kita harus memilih, atau setidak2nya melakukan penyeimbangan. di awal2 perjalanan mengejar materi, kita dibikin semangat oleh cita2. tapi ada saatnya badan protes melalui kelelahan sehingga menuntut keseimbangan baru berupa menoleh pada spiritualitas. Anda rupanya memerlukan keseimbangan baru ini. cobalah menggunakan sebagian energi utk meditasi, yoga atau pendekatan spiritual manapun yg cocok utk Anda. atau, menggunakan sebagian berkah material untuk menolong orang2 yg membutuhkan. terus bertumbuh Nyoman. :) Tks

Alex, untuk sederhananya, kita lahir untuk menolong semua mahluk agar keluar dari samudera penderitaan. Terutama dengan menolong kita tersembuhkan sekaligus terbebaskan. Soal siapa pencipta di dunia, masih dalam perdebatan, dalam agama theistik, penciptanya Tuhan, dalam agama Buddha, ayah yang memberikan bibit kelahiran bernama kilesha (kekotoran batin seperti kebodohan, keserakahan, kemarahan dll) dan ibunya bernama karma. Bila bapak kilesha berjumpa ibu karma, maka seseorang terlahir. Soal takdir, di agama theistik tertentu ada, di Buddha seemuanya karma. selamat belajar Alex. :) Tks

Made Mega Jaya, Guru suci di India disebut Bhagavan (ia yang sudah bebas dari semua kejahatan di dalam maupun di luar). Kadang Guru diartikan sbg penerang kegelapan. Di Tibet diberi sebutan Lama. La adalah energi di balik penciptaan. Ma adalah ibu semua hahluk. Arti lain La, tidak ada yg lebih tinggi dr itu. Soal balian, dukun dan sejenis, saya tdk boleh menghakimi orang. Namun, sebaiknya difilter pendapat yg datang dari orang yg diduga suci dengan 3 filter: buku suci, Guru simbolik (simbol2 alam) serta Guru rahasia (yg ini rahasia). hati2 ya Made. :) Tks

Rahman, serupa dg belajar fisika, Tuhan bisa dijumpai dg berbagai wajah - tergantung diri kita di dalam sini. Bila Anda seorang absolutis, Anda akan terhubung dg Newton. Bila Anda seorang relativis, Anda akan terhubung dg Einstein. Jika Anda suka menghubungkan fisika dg spiritualitas Timur, Anda akan berjumpa Fritjof Capra. Jika Anda seorang holistik, Anda akan ditarik oleh magnet David Bohm dg Health = whole-nya. Mencari Tuhan juga serupa. Makanya orang yg pemurah ketemu wajah Tuhan yg pemurah, yg pemarah ketemu Tuhan yg juga pemarah. Bila Anda tanya saya, apakah saya menyembah Tuhan? Di awal2 perjalanan saya adalah penyembah yg penurut, tulus, ikhlas. Begitu bertumbuh semakin dewasa dan semakin dewasa, saya berjumpa keheningan sempurna yg tdk bisa dipisahkan dg kasih sayang (seperti air yg tdk bisa dipisahkan dg basah). Makanya, setiap sahabat yg dekat dg saya bertahun2, saya bilang intisari praktek saya: “keheningan yg sempurna. bila keheningan itu harus muncul dalam gerak, geraknya hanya kasih sayang”. Itulah yg saya “sembah” dlm keseharian Rahman. Dan saya menghormati sekali cara menyembah lain yg berbeda. Itu sebabnya saya masih mengajar di komunitas Islam, Kristianitas, Buddhis, Hindu, dll. Maafkan sekali, bila jawabannya kurang memuasakan. :) Tks

Alex, manusia dg banyak karma buruk bisa memasuki gerbang spiritualitas mendalam. Jetsun Milarepa (baca autobiografinya yg sdh tersedia dalam bahasa Indonesia diterbitkan penerbit Karaniya) adalah salah satu contoh. Setelah membunuh sejumlah orang, karma buruknya dimurnikan melalui praktek Guru Yoga yg mendalam, kemudian duduk meditasi tekun sekali, dan…mengalami realisasi tingkat tinggi. Angulimala adalah contoh lain, yg juga membunuh banyak orang. Pesannya sederhana, karma buruk bisa dimurnikan. Tapi dg teknik2 pemurnian yg berat. Soal apakah manusia yg memasuki gerbang spiritualitas mendalam punya pikiran jahat spt marah dan egois, semakin dalam pelajarannya semakin jarang pikiran2 negatif muncul. Bila mengalami pencerahan, kalau pun pikiran negatif muncul, ia akan bernasib seperti pencuri yg memasuki rumah kosong. Masuk pencurinya, tapi pemilik rumahnya tdk kecurian (baca: tidak terpancing menjadi marah dll). Selamat bertumbuh Alex. :) Tks

Raka Prama, saya berempati dg pengalaman Anda. sejujurnya, tdk ada kebetulan dlm kehidupan, semuanya membawa pesan2 dan bimbingan2. fokuslah pd pesan2 dan bimbingan2 di balik kecelakaan yg Anda alami. menurut saya, pesannya hati2 nanti kalau sdh bisa menaiki kendaraan lagi, sayangi hidup Anda terutama dg menyayangi hidup Anda kemudian bisa menyayangi orang lain, dan yg paling penting kecelakaan dan godaan hidup lain kerap memaksa kita utk menjadi semakin rendah hati dari hari ke hari. terus bertumbuh Raka Prama, saya ikut mendoakan Anda. :) Tks

Novi Yanti, praktek menyempurnakan kesadaran itu perjalanan panjang. bila masih salah, itu wajar sekali. langkahnya kemudian, gunakan kesalahan bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai pemacu utk semakin serius menyempurnakan kesadaran. memaafkan, termasuk memaafkan kesalahan diri kita, itu baik sekali. dan lebih dari memaafkan, menggunakan kesalahan sbg cambuk utk berlatih kesadaran lebih serius lagi, itu lebih baik lagi. :) Tks

Rahman, maafkan sekali, sekali lagi mohon maaf, pertanyaan2 Anda terlalu sulit untuk dijawab orang tolol seperti saya. jawaban saya hanya 3 gambar berikut ini: :) :) :)

Alex, di tingkat2 awal kesabaran dan pengorbanan tentu ada batasnya. bila diri Anda masih merasa diperbudak, dimanfaatkan dan sejenisnya berarti tubuh Anda memberi tanda, Anda masih memerlukan pembatas -sementara waktu. jangan melebihi batas, krn kalau melebihi Anda bisa berbahaya. Tapi teruskan bertumbuh, nanti tubuh Anda akan memberikan batas yang semakin lebar dan longgar. sampai suatu hari menemukan…ternyata kesabaran dan pengorbanan itu tidak ada (baca: tdk terbatas), terutama setelah mengalami bahwa subyek (yg memberi atau yg menyakiti) tdk ada, obyek (yg menerima atau yg disakiti) juga tdk ada. selamat bertumbuh Alex. :) Tks

Alex, kondisi tdk terlahir jadi manusia (sbgmn yg Anda tanyakan) ada 3 kemungkinan. pertama lahir di alam samsara lain (neraka, setan, binatang, asura, dewa). kedua mengalami pembebasan (tdk terlahir di alam samsara) tapi terlahir di alam mahluk2 tercerahkan (Buddha, Bodhisattva, Yidam, Daka/Dakini dst). ketiga, sebagian mahluk tercerahkan terlahir terus di alam samsara (krn compassion bukan karena memiliki karma buruk yg mesti dibayar), bisa menjadi manusia dll utk kepentingan menolong menyelamatkan mahluk di alam samsara. :) Tks

Heltien Dharmawan, gangguan sulit tidur itu sebabnya banyak. cobalah mulai dg yg ringan2 dulu yakni cek pola makan Anda. apa Anda minum kopi/teh berlebihan? atau apa menu makan malam Anda khususnya terlalu berat dicerna perut (daging berlebihan dll). setelah makanan fisik, cek makanan mental yakni buku, koran, majalah, radio, tv, percakapan apa yg Anda lakukan dg orang lain di kebanyakan hari. ini lebih penting dr makanan fisik. ketiga, inti gangguan tidur sesungguhnya pikiran. dan pikiran bisa “diistirahatkan” dg rajin meditasi. :) Tks

Bayu, Tantra itu luas seperti hutan tua yg luas sekali. bila tanpa bimbingan, mudah tersesat. soal kalachakra tantra saya tdk terlalu mendalaminya. saya tdk terlalu banyak mengenal ritual/upacara dan sejenisnya. saya lebih terfokus pada meditasi, filosofi. :) Tks

Dewa, serupa dengan mendaki gunung. kita bisa melihat wajah lereng Gunung di seberang bila kita mendaki sampai puncak. hal yg sama juga terjadi dg berbuat baik penuh keikhlasan. kebaikan disertai keikhlasan memang bukan segala2nya, tapi bila dilakukan terus menerus tanpa perhitungan dan penuh ketekunan, suatu hari juga sampai di puncak gunung… dan bisa melihat wajah kehidupan yg holistik. wajah yg holistik itulah yg kerap disebut sebagai maha sempurna. dugaan saya para sufi di Islam, yogi di Hindu, Buddha, para suci di Kristianitas dan tempat lain yg nyampai puncak gunung juga ketemu wajah “holistik” yg sama. selamat bertumbuh Dewa. :) Tks

I Kadek Wira darma, maaf sekali saya bukan paranormal. saya hanya pembimbing meditasi utk menyempurnakan kualitas compassion (kasih sayang) dari hari ke hari. :) Tks

Donik Aryana, di alam samsara (neraka, setan, binatang, manusia, asura/setengah dewa hingga dewa) kehidupan seperti tinggal di ruko berlantai 6. dan dari satu kelahiran ke kelahiran berikutnya pindah dr satu lantai ke lantai lain. semuanya sedang mengalami penderitaan dalam kadar yg berbeda. shg berdoa utk mereka, bagus kalau mendoakan agar “semoga semua mahluk berbahagia, bebas dari derita”. terutama ke mahluk2 yg di bawah kita. utk di atas kita (dewa, asura) cukup mengucapkan terimakasih sudah datang dan rahayu (matur suksma lan rahayu). soal persembahan, yg penting bukan bentuknya (canang sari dll) tapi niat awal, kebersihan sumber pendapatan, kemurnian proses pembuatannya, dan dilakukan tdk utk diri sendiri tapi utk kebahagiaan mahluk di alam samsara ini. :) Tks

Made Astiti, sebagaimana yg saya sarankan ke semua murid dekat yg sdh ikut saya selama bertahun2 (sebagian bahkan sdh ikut belasan tahun), saya tdk pernah mengizinkan para sahabat pindah agama. karena yg diperlukan utk membebaskan diri dari penderitaan bukan pindah agama tetapi perpindahan sikap. dari sikap yg serba negatif - termasuk dalam memandang agama warisan tetua - menuju sikap yg sekurang2nya positif dan penuh pengertian, yg paling baik bisa penuh kasih sayang ke semua mahluk. termasuk penuh kasih sayang pada semua hal (orang) yg kita benci. dg bingkai pengertian seperti ini, lebih saya sarankan ke Anda dan suami utk memperbaiki kualitas dan kuantitas kasih sayang (compassion) dalam keseharian. bila ada sebagian tradisi tetua Bali yg kurang berkenan di hati Anda (sebagaimana Anda sebutkna membunuh binatang), ganti pembunuhan binatang dg bunga, buah, janur yg ditata indah. sebagai bahan renungan utk Anda, bunga, buah, janur yg ditata indah mewakili indahnya kasih sayang. selamat bertumbuh Made. :) Matur suksma

Made Astiti, tantangan Anda adalah tantangan banyak generasi baru Bali. tidak saja Anda, banyak yg lain mengalaminya. pekerjaan rumahnya kemudian, spiritualitas bukanlah jembatan utk membangun permusuhan dg mereka yg berbeda, tapi jembatan utk membangun persahabatan dengan semua. pendidikan, teknologi, ilmu pengetahuan tidak bisa dibendung siapa pun. pada saatnya, tradisi dan agama yg bertentangan dg iptek akan lenyap sendiri ditelan zaman tanpa di apa2kan. saran saya ke Anda dan banyak generasi muda Bali yg serupa, teruskan penggalian ke dalam. sampai ketemu apa yg ditemukan Guru Saraha: “pada akhirnya, tdk ada tempat suci yg lebih agung dari tubuh saya sendiri”. inilah “pura Dalem” mbak Made. di tempat di mana kita bisa termurnikan dan tersempurnakan. saya doakan Anda dan suami menemukannya suatu waktu. dan tidak mungkin ini ditemukan dg memusuhi orang lain, sebaliknya lebih mungkin menemukannya dg menyayangi (compassion) semuanya. Rahayu Made :) Tks

Kadek Agus Rendy, senang sekali bila bisa membantu Anda2 di Mataram Lombok. Tapi dengan seluruh permintaan maaf, bulan2 ini jadwal saya ada di Jakarta. maaf sekali, mudah2an lain kali bisa bantu ya Dek. Rahayu Dek!. :) Tks

Agung, menyenangkan sekali bila bisa bantu Anda2 di Jember. Lebih2 saya tdk pernah ke Jember. Namun dg penuh permintaan maaf harus dikemukakan, bulan2 ini jadwal saya ada di Jakarta. Mudah2an lain kali bisa bantu ya mas Agung. Saya senang sekali Anda2 menyebut agama Anda agama Dharma (kebenaran, kebajikan, hukum alam) tanpa terkotak pada fanatisme yg berbahaya. salam saya buat Anda2 di Jember :) Tks

Rudi Widodo, Anda sdh sampai sini saja sdh sebuah berkah. Teruslah gali sumur pelajaran yg ada di blog ini, sambil setapak demi setapak berusaha melaksanakannya. :) Tks

Yuliana Ana Christiana, hidup ini memang penuh dg Guru. Tidak saja oang yg disebut baik Guru, ia yg disebut buruk pun Guru. Sarannya agar senantiasa tenang dan dapat pelajaran, panggil semua orang dg sebutan Guru, ucapkan trimakasih atas pelajaran2nya, kemudian berjanji utk memperbaki diri terus menerus. ;) Tks

Mely, selamat datang di kehidupan yg sesungguhnya! Beda orang dewasa dg anak2, kita tdk lagi “semewah” anak 2 dulu bisa membuang apa2 yg kita benci, menggenggam apa2 yg disukai. Saat dewasa, kita bahkan harus belajar tersenyum di tengah rasa sakit, belajar mencintai orang yg mencaci, sabar berpelukan dg mereka yg menginjak kaki. Tdk ada cara lain, itulah satu2nya cara agar bertumbuh menjadi dewasa. Jaga stamina mental Mely, jangan terlalu mudah lari dari cobaan nanti Anda tdk pernah dewasa. Terus bertumbuh melalui ketabahan dan ketekunan. :) Tks

Meity, sebagaimana sudah mulai banyak diteliti, titik penting di mana meditasi ikut membantu kesembuhan adalah meditasi membantu menyempurnakan kekebalan tubuh (immune system). Cuman, tdk sesederhana dibayangkan sebagian orang, meditasi membantu kesembuhan bila Anda tekun, yakin dg perintah2 yg minta dijalankan. :) Tks

Leave a response -

Your response: