• 21

    Sep

    Tubuh Yang Bercahaya

    Setiap kali berjumpa para sahabat yang sakit begini sakit begitu di sesi meditasi, terasa sekali hadirnya tubuh yang miskin cahaya. Tidak saja auranya kekurangan cahaya, tapi juga kulitnya, matanya, perasaanya, pikirannya, semuanya bercerita tentang sebuah tubuh yang jauh dari cahaya. Mirip dengan semak-semak kotor yang rawan mengundang datangnya ular, tubuh yang miskin cahaya juga rawan mengundang datangnya godaan-godaan berbahaya. Padahal, sebagaimana ditulis di buku suci, tubuh manusia adalah salah satu tubuh yang sangat bercahaya di alam ini. Sebuah manuskrip tua yang ditemukan di pedalaman hutan di Peru, yang sudah berumur lebih dari 2.600 tahun, bahkan secara eksplisit menyebutkan kalau tubuh manusia adalah puncak semua evolusi. Sehingga bisa dimaklumi, kalau semua Buddha mengalam
    Read More
  • 31

    Aug

    Tua, Kaya, Bahagia

    “Long and fulfilling life is possible”, demikian pesan salah satu orang tua kaya sekaligus bercahaya di Barat bernama Denis Waitley. Menjadi tua, kaya, bahagia memang dambaan banyak sekali orang. Namun seperti mendaki gunung, tidak semua orang diberkahi untuk bisa sampai di puncak. Kendati demikian, tidak ada salahnya mempersiapkan stamina dan jalan setapak menuju ke sana. Ada berbagai sebab di balik gagalnya manusia untuk sampai di puncak. Pertama, tidak sedikit manusia yang kehabisan energi bahkan tatkala umurnya masih muda. Kemudian berhenti berusaha. Kedua, tidak berhasil melihat arah dan visi akan masa depan yang akan dituju. Kalau pun ada arah yang terlihat dituju, sebentar-sebentar mereka mudah berubah. Sehingga habis waktu untuk memulai perjalanan dari awal lagi. Ket
    Read More
  • 14

    Jul

    Sahabat Sejati

    Sahabat sejati adalah keluarga sangat dekat yang dipilih oleh hati kita sendiri, demikian salah satu warisan tua sekaligus sakral dari atap bumi Tibet. Sementara keluarga biologi (orang tua, kakak, adik, paman, tante) diperoleh tanpa bisa memilih, tapi sahabat sejati secara alami dipilih melalui proses seleksi waktu yang panjang oleh sang hati. Lebih-lebih di tengah naik pesatnya angka perceraian di mana-mana, semakin sempitnya makna keluarga menjadi suami, istri dan anak-anak saja, semakin sedikitnya manusia yang punya simpati dan empati pada orang lain, maka kehadiran sahabat sejati semakin diperlukan. Tanpa kehadiran sahabat sejati di usia tua khususnya, kehidupan akan mirip taman kering dan gersang. Oleh karena itulah, penting sekali seawal mungkin membuka mata kepekaan untuk mel
    Read More
  • 7

    Jul

    Melonggarkan Cengkraman Pikiran

    Dicengkram secara sangat menakutkan oleh pikiran, itulah ciri utama jiwa-jiwa berbahaya. Merasa benar, kemudian berani menghancurkan kehidupan banyak orang. Tidak melihat sedikit pun kebenaran di agama orang lain, kemudian tempat suci orang dibakar. Yakin tidak bersalah, kemudian membubarkan pernikahan. Itulah sekelumit kisah perjalanan jiwa-jiwa berbahaya sejak dahulu kala. Siapa saja yang diberkahi untuk bisa tumbuh secara hening dan bening, melihat jernihnya kolam jiwa di dalam, di sana ia bisa melihat. Kekerasan, kemarahan, kekacauan bukan godaan setan. Melainkan hasil cengkraman pikiran yang demikian menggenggam. Persisnya, pikiran yang belum disentuh oleh cahaya indah meditasi.   Sebelum kekacauan yang sama mengunjungi diri Anda, ada baiknya merenungkan tiga bahan renungan
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post