• 11

    Oct

    Merpati Putih Kedamaian

    Setelah dua kota di Jepang hangus oleh serangan bom puluhan tahun lalu, perang dingin antara dua negara adi kuasa berakhir puluhan tahun lalu, banyak orang mengira kalau era senjata pemusnah massal akan berlalu. Sebagian pengamat sepakat, perang menggunakan senjata akan diganti dengan perang digital. Dan lahan pertempurannya adalah internet. Namun krisis nuklir di Korea Utara dan Iran yang mendominasi berita dunia di bulan oktober 2017 seperti memutar balik sejarah. Ketakutan manusia akan senjata nuklir seperti muncul kembali. Itu juga sebabnya, komite pemberi hadiah nobel perdamaian di tahun 2017 memberikan hadiah nobel perdamaian pada aktivis anti-nuklir. Di tengah bayang-bayang krisis perdamaian seperti ini, ada kawan di Barat berpesan indah sekali: “Saat-saat krisis adalah s
    Read More
  • 4

    Oct

    Pelangi Di Puncak Gunung Agung

    Kekuatan jaring terlihat di tengah ganasnya lautan. Kekuatan cangkul terlihat di tengah kerasnya tanah ladang. Dengan cara yang sama, kwalitas pencapaian spiritual sebuah masyarakat, terlihat tatkala di sana terjadi bencana. Kalau ini ukurannya, bayang-bayang bencana yang ditimbulkan Gunung Agung di bulan september 2017 membuka banyak rahasia tentang pencapaian spiritual masyarakat Bali. Sebagaimana diberitakan luas, masyarakat Bali tidak saja menerima pengungsi manusia, bahkan binatang peliharaan pun diterima. Sejumlah sahabat Bupati cukup hati-hati untuk tidak mengotori pesan suci dengan kepentingan pribadi. Dan yang membuat banyak sahabat tersentuh, ada kulkul sakral (bel tradisional tetua Bali) yang berbunyi di Puri Klungkung tanpa ada tangan manusia yang memukulnya. Digabung menjad
    Read More
  • 27

    Sep

    Kesejukan Mengalir Dari Puncak Gunung Agung

    Beberapa hari setelah pemerintah meningkatkan status Gunung Agung menjadi awas, situs Viva.co.id mengutip situs Earth Observatory (badan antariksa AS), kemudian bercerita dampak mendunia letusan hebat Gunung Agung yang terjadi di bulan maret 1963. Mengacu pada catatan peneliti dari Universitas Iowa bernama James Hansen, ternyata ada pesan sangat menyejukkan di balik ledakan Gunung Agung lebih dari setengah abad yang lalu. Ringkasnya, aerosol vulkanik yang dilepaskan Gunung Agung di tahun 1963 tidak saja mengangkasa tinggi sekali, tapi juga bertahan di ruang angkasa dalam waktu bertahun-tahun. Sebagai akibatnya, ia menyerap cahaya matahari yang memancar ke permukaan bumi. Yang paling menyentuh, masih menurut James Hensen, letusan Gunung Agung berperan dalam membuat bumi menjadi
    Read More
  • 21

    Sep

    Tubuh Yang Bercahaya

    Setiap kali berjumpa para sahabat yang sakit begini sakit begitu di sesi meditasi, terasa sekali hadirnya tubuh yang miskin cahaya. Tidak saja auranya kekurangan cahaya, tapi juga kulitnya, matanya, perasaanya, pikirannya, semuanya bercerita tentang sebuah tubuh yang jauh dari cahaya. Mirip dengan semak-semak kotor yang rawan mengundang datangnya ular, tubuh yang miskin cahaya juga rawan mengundang datangnya godaan-godaan berbahaya. Padahal, sebagaimana ditulis di buku suci, tubuh manusia adalah salah satu tubuh yang sangat bercahaya di alam ini. Sebuah manuskrip tua yang ditemukan di pedalaman hutan di Peru, yang sudah berumur lebih dari 2.600 tahun, bahkan secara eksplisit menyebutkan kalau tubuh manusia adalah puncak semua evolusi. Sehingga bisa dimaklumi, kalau semua Buddha mengalam
    Read More

Author

Search

Recent Post